NEWS SIBU – Sejumlah wilayah di Sibu dan sekitarnya tengah dilanda cuaca ekstrem pada Agustus 2025. Hujan deras disertai angin kencang dan potensi petir membuat Badan Meteorologi setempat mengeluarkan peringatan dini kepada warga agar meningkatkan kewaspadaan.

Dampak Cuaca Ekstrem di Sibu, BMKG Ingatkan Warga Tetap Waspada
Pusat Meteorologi Malaysia (MetMalaysia) wilayah Sibu menyebutkan, cuaca ekstrem ini dipicu oleh kombinasi angin monsun dan tekanan rendah di perairan sekitar. Kondisi tersebut memicu intensitas hujan tinggi dalam waktu singkat serta gelombang laut yang mencapai ketinggian berbahaya di beberapa titik pesisir.
Baca Juga : Kuching Food Festival 2025 rekod 90,000 pengunjung satu malam
Hujan deras menyebabkan genangan air di beberapa titik perkotaan dan desa di pinggiran Sibu. Sejumlah ruas jalan dilaporkan licin dan berisiko longsor, terutama di area perbukitan. Nelayan juga diimbau menunda aktivitas melaut karena gelombang tinggi dan arus laut yang tidak stabil.
Risiko bagi Aktivitas Harian
Cuaca ekstrem berpotensi mengganggu jadwal penerbangan, transportasi darat, dan distribusi logistik. Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan disarankan untuk membawa perlengkapan hujan, menggunakan alas kaki anti selip, dan menghindari area rawan banjir.
Imbauan kepada Warga
MetMalaysia meminta warga untuk terus memantau perkembangan prakiraan cuaca melalui kanal resmi. Warga yang tinggal di dekat sungai diminta waspada terhadap potensi banjir bandang, sementara mereka yang berada di area lereng perbukitan diminta siap siaga jika terjadi longsor.
Kesiapsiagaan Pemerintah Daerah
Pemerintah daerah Sibu telah mengaktifkan posko tanggap darurat dan menyiapkan peralatan evakuasi. Tim relawan bersama aparat keamanan berjaga di beberapa titik rawan untuk memberikan bantuan cepat bila diperlukan.
Pesan Keselamatan
Masyarakat diminta tidak memaksakan diri bepergian saat hujan lebat, menghindari berteduh di bawah pohon besar saat petir, serta memastikan instalasi listrik rumah aman dari risiko korsleting akibat genangan air.
Penutup
Cuaca ekstrem yang melanda Sibu pada 2025 menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi perubahan cuaca yang tidak menentu. Dengan kewaspadaan dan koordinasi yang baik, dampak negatifnya dapat diminimalkan, sehingga keselamatan dan aktivitas warga tetap terjaga.









